Rabu, 14 Mei 2014

November 2012 - Bandung Trip Day 2 - Braga, Alun-alun, Pasar Baru dan Kulineran

Setelah kami berlelah-lelah menelusuri kawah putih, kamipun menyempatkan untuk menginap di kota Bandung, tepatnya di daerah Braga. Untuk mengetahui info mengenai jalan braga dapat dilihat di sini .

Kami menginap di Fave Hotel yang merupakan satu grup dengan Aston Hotel. Lokasi Fave hotel berada di atas persis dipertokoan Braga citiwalk. Dan Hotel Aston. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat di www.agoda.com,itu juga merupakan website yang sering kami gunakan, jika kami ingin memesan hotel atau bisa juga dilihat di www.booking.com .

Di malam hari jalan Braga ini sangatlah ramai, karena sepanjang jalan Braga ini banyak cafe-cafe dan restoran pinggir jalan yang bernuansa kolonial. Apalagi malam ini adalah malam minggu. Sepanjang jalan braga ini, jika malam ditutup menjadi car freeday, orang bebas berlalulalang berjalan di sepanjang jalan braga ini. Selain dipenuhi cafe dan restoran pinggir jalan, terkadang ada juga acara seperti life music yang diadakan di sisi jalan braga ini. Suasana yang sangat romantis dengan bernuansakan jadul....
Kamipun menyempatkan untuk candle ligth dinner di salah satu restoran yang bernuansa zaman baheula (jaman dulu alias jadul) yang sangat terkenal yaitu Restaurant Braga Permai. Restaurant jadul yang nuansanya masih dengan barang-barang vintage....dan romantis sekali....
Kami memesan Nasi Goreng spesial, Zupa Soup dan Minuman hangat dan tidak lupa kue-kue jadul. Tapi sayang karena cuaca yang dingin jadi kami tidak mencicipi es krim yang ternal di braga permai yaitu banana split. Setelah menyelesaikan menu makan malam kami eh candle light dinner kami deng hehehehehe.....sejenak kami menikmati alunan musik, malampun kian larut....kamipun kembali ke penginapan untuk beristirahat....
bitter billen
Setelah semalamam kami beristirahat. Pagi harinya kami bangun, setelah bersih-bersih sejenak kami keluar kamar untuk menelusuri jalan braga permai di pagi hari. Jl Braga Permai di pagi hari sangatlah berbeda, sepi tidak seperti malamya, tapi justru menambah keunikan jalan ini, kami berasa berjalan di kawasan eropa karena memang jika dilihat pagi hari jalan braga ini seperti bernuansakan pedesaan eropa.....karena gedung-gedung tua dengan arsitektur eropa....


Jl Braga di Pagi hari



Kami menelusuri jl.Braga hingga akhirnya kami bertemu dengan Gedung Merdeka. Dari Gedung Merdeka menelusuri lagi hingga ke Alun-alun dan Pasar baru dan akhirnya kami kembali ke penginapan dengan menggunakan angkot .
Sungguh benar-benar jalan pagi yang bernuansakan jadul dan historika..karena melewati beberapa gedung-gedung tua... 

Kembali ke penginapan, kami terlebih dahulu sarapan dengan menu yang beraneka macam, kemudian kami lanjutkan dengan istirahat sebentar dan  mandi. Sekitar jam 11 siang kami checkout dari penginapan tersebut.

Sebelum kami pulang ke Jakarta. Kami sempatkan terlebih dahulu untuk membeli oleh-oleh batagor Kingsley dan juga molen kartikasari. 
Dan kami sempatkan dulu untuk berkuliner di Bakso Akung yang terkenal dengan bakso ceker yang enak dengan porsi jumbonya. Oiya untuk kulineran di Bandung ini bisa di lihat di www.ayojajan.com .

Porsi Jumbo

Setelah menyelesaikan kuliner bakso akung, kamipun kembali ke terminal leuwi panjang dengan menggunakan angkot untuk meneruskan perjalanan pulang ke Jakarta dengan menggunakan bis Primajasa.

Bye bye Bandung....


Selasa, 13 Mei 2014

November 2012 - Bandung Trip Day 1 - Kawah Putih Ciwidey dan Situ Patengang

November ini adalah giliran suamiku off/libur dari tempat bekerjanya, karena biasanya sistem pekerjaan dari suamiku ini adalah 3bulan bekerja dan 10hari libur, yang biasa disebut juga 3-10. Sistem ini biasa bagi perusahaan-perusahaan pertambangan dan general kontraktor. Kebetulan suamiku bekerja di salah satu perusahaan general kontraktor yang kebetulan proyeknya berada di kota lampung selatan.

Biasanya, jika suami saya tidak libur, sayalah yang mengunjungi suami saya ke Lampung, seperti yang sudah saya ceritakan mengenai plesiran saya di Lampung....

Nah kali ini, karena suami saya sedang libur/off dan dia berencana untuk pulang ke Jakarta selama 2 minggu. Dan kami merencanakan untuk plesiran ke Bandung.

Tibalah hari Sabtu di bulan November 2012, Jam 6 pagi kami sudah berangkat dari rumah naik motor sampai dengan Terminal Kp.Rambutan. Di terminal Kp.Rambutan motor kami parkir di tempat parkir motor di sekitar terminal tersebut. Oiya tempat parkir motor ini ada di sebelah kiri jalan setelah lampu merah Pasar Rebo, mudah-mudahan parkir motor ini aman karena memang banyak sekali motor-motor yag diparkir disana. Tarif sehari dihargai Rp.3.000 sedangkan jika menginap dihargai Rp.9.000.
Kemudian kamipun menunggu Bis Jurusan Bandung yaitu Kp.Rambutan - Leuwi Panjang yang tidak jauh dari tempat parkir motor tersebut
.
Alhamdulilah bispun tiba, kami menggunakan bis Primajasa dengan Harga Rp.50.000 sekali perjalanan. Alhamdulilah perjalanan lancar, sekitar Jam 10 pagi Bis kami sudah keluar dari tol Kopo. Kami turun tidak diterminalnya, tapi diperempatan arah kopo. Disitu kami menunggu angkot yang menuju soreang dengan membayar ongkos sebesar Rp.5.000 dengan waktu kurang lebih 1 jam. Sampailah kami di terminal Soreang. Dari terminal soreang perjalanan kami lanjutkan menuju ke ciwidey dengan menggunakan angkot/minibis dengan membayar  Rp.5.000. Kemudian diteruskan kembali dari terminal ciwidey menuju kawah putih dengan angkot juga. Kebetulan saat itu di dalam angkot sudah ada 1 orang yang menunggu dan masih menunggu penunmpang penuh terlebih dahulu baru angkot tersebut brangkat.

Tapi dikarenakan kami tidak sabar menunggu dan juga waktu yang semakin siang, akhirnya kami berdua sepakat dengan 1 penumpang yang sudah ada tersebut untuk menyewa angkot ini PP Kawah Putih dengan sebesar Rp.250.000.
Akhirnya kamipun berangkat menuju kawah putih dengan menyewa angkot tersebut.
Biaya tersebut sudah termasuk PP kawah putih - terminal ciwidey dan juga masuk ke area kawah putih serta ke danau situ patengang.

Dari terminal ciwidey menuju kawah putih, kami melewati perkebunan strawberry yang tersebar sepanjang perjalanan tersebut dan kamipun melewati pemandian air panas cimangu dan juga perkebunan teh ranca upas.   
Sekitar Jam 12 siang kami berdua + 1penumpang yang bernama Novi (akhirnya kamipun saling berkenalan) sampai di kawasan kawah putih.

Ini adalah kedua kalinya saya pergi ke kawah putih sedangkan suami saya baru pertama kalinya pergi ke kawah putih.
Setelah mobil eh angkot sewaan diparkir, karena waktu sudah masuk Dzuhur, kamipun melakukan sholat terlebih dahulu di mushola yang berada di area luar kawah putih. Setelah sholat kamipun bersama-sama masuk ke dalam kawasan kawah putih tersebut. Saat masuk ke dalam, kami harus menuruni beberapa anak tangga dan dari pintu masuk tersebut, kawah putihpun sudah mulai terlihat begitu indahnya.....dengan air yang berwarna hijau....subhanallah...benar-benar indah....kamipun mulai satu persatu menuruni anak tangga dan sampailah kami di dekat sisi kawah tersebut....
Udara sangat dingin dan mulai agak mendung, tapi kami tetap menelusuri kawah putih tersebut dengan mendokumentasikannya....sungguh ciptaan Allah yang sangat indah di bumi Indonesia ini.
Meskipun saya sudah pernah ke tempat ini, tetap saya mengagumi tempat ini.....
Ini dokumentasi yang sempat kami ambil...





Setelah kita puas berpoto-poto dan gerimispun mulai turun, kami dan juga teman baru kami kembali ke mobil/angkot sewaan untuk kembali ke terminal ciwidey...
Tapi sebelum kami kembali ke terminal ciwidey, kamipun menyempatkan terlebih dahulu untuk mampir ke situ patengan.
Tetapi dikarenakan jam makan siang dan kondisi lapar, kamipun mampir terlebih dahulu ke tempat makan yang berada di sekitar situ patengan.
Di area situ patengan tersebut banyak sekali warung dan tempat makan dan juga yang menjajakan buah strawberry.
Kami memesan Bakso dan Bandreg, yang  cocok sekali dengan kondisi cuaca saat ini.
Setelah puas makan siang yang lumayan menghangatkan, hujanpun mulai berhenti, kamipun mulai melanjutkan perjalanan kami menuju situ patengang, tapi sayang sekali kami tidak sempat menaiki perahu yang disewakan di sepanjang situ patengang tersebut dikarenakan cuaca yang kurang mendukung. Kamipun cukup puas berpoto-poto di pinggir situ patengang tersebut.


Jampun sudah menunjukan jam 4 sore, kamipun akhirnya kembali ke tempat awal yaitu terminal ciwidey dengan melewati perkebunan strawberry.

Sesampainya kami diterminal ciwidey, kamipun berpisah dengan teman baru kami tersebut karena kami terus melanjutkan perjalanan kami untuk menginap di kota Bandung.

Dikota Bandung kami menginap di daerah Braga, sebuah kota tua yang asri.....
Tunggu cerita kami plesiran di kota Bandung.....  

Minggu, 11 Mei 2014

Agustus 2012 - Lebaran di Kampungnya Bapakku @ Gombong

Alhamdulilah...ketemu lagi dengan Lebaran di tahun 2012....dalam keadaan sehat semua..aamiin...
Rencananya Lebaran tahun 2012 ini kita keluarga besar mau mudik ke Gombong, kota kelahiran bapakku.
Kami memang sudah lamaaaaaa sekali tidak mudik ke kota tersebut. Jadi di tahun ini kami merencanakan untuk mudik ke Gombong...selain ketemu dengan saudara-saudara bapak yang masih tinggal di Gombong, juga sekalian kita ziarah makam ke para sesepuh di sana.

Kami berangkat pas lebaran hari pertama sekitar jam 11 siang, itupun dari Bogor, karena kami harus bersilaturahmi terlebih dahulu dengan saudara-saudara yang berada di Bogor.
Perjalanan diawali dengan lancar sampai dengan tol Cikampek, mobil kami agak tersendat, akhirnya kamipun beristirahat sejenak di tempat peristirahatan pertama di Cikampek. Karena mengingat di dalam mobil kami ada bapak dan ibu yang sudah cukup berumur untuk perjalanan jauh. 

Setelah beristirahat sebentar, kamipun melanjutkan perjalanan menuju kota Gombong melalui jalur selatan. Tapi ternyata kamipun menemui kemacetan saat di daerah Nagrek...yahhhh....biasalah saat peak seasonnya H+1 Lebaran....dimaklumi untuk kemacetan seperti itu. Dari arah nagrek ternyata oleh polisi lalu lintasnya kami di suruh ke arah kanan yang ternyata tujuannya adalah kota Garut. Jalan sedikit demi sedikit, akhirnya sampailah kami di kota garut sekitar jam 7 malam, kamipun mencari tempat makan untuk makan malam, dikarenakan masih terhambat dengan jalur yang macet, kamipun mencari tempat makan yang selintasan dengan jalur yang kami lewati nama tempatnya "Layung sari" dan jenis makanannya adalah makanan sunda, kamipun berhenti ditempat tersebut.
Tempatnya rekomended dan makanannya juga, cuman sayang karena kami tiba di tempat tersebut malam, jadi untuk panorama maupun fasilitas permainan yang ada disitu tidak bisa kami nikmati dan dokumentasikan.

Setelah makan malam sejenak, kamipun melanjutkan perjalanan, tapi macetpun masih melanda diperjalanan kami dan dikarenakan waktu semakin larut, akhirnya kamipun mencari penginapan di kota tasikmalaya. Agak susah juga yah mencari penginapan saat peak season seperti ini. Kamipun akhirnya mendapatkan semacam guest house untuk menginap sementara kami tersebut di kota tasikmalaya.

Alhamdulilah....setelah kami sempatkan untuk beristirahat semalamam di kota tasik, kamipun melanjutkan perjalanan kami ke kota Gombong. Lumayan... macetnya tidak seperti tadi malam, kami sempat mampir dibeberapa tempat yaitu di daerah banjar untuk mencoba kulineran di sana yaitu dawet ireng dan juga tempe mendoannya.

Finally...kami sampai juga di kota Gombong. Tapi sebelum sampai ke rumah sesepuh kami di Gombong, kami sempatkan terlebih dahulu untuk mampir ke pasar Wonokriyo Gombong untuk membeli beberapa oleh-oleh khas daerah Gombong yaitu lanting.
Setelah puas berbelanja oleh-oleh, kamipun melanjutkan perjalanan kami menuju rumah sesepuh kami yang jaraknya kurang lebih 1,5km dari kota Gombong, tepatnya di dekat pasar purwogondo kecamatan puring desa sidobunder, itulah nama daerah kampung kelahiran bapak saya.
Rasanya sudah lamaaaaa banget kita tidak berkunjung ke desa ini. Kangen dengan suasana rumah joglonya, kebun yang luas dan sawah yang terbentang luas...
Inilah dokumentasi yang sempat kami abadikan pulang kampung ke desa sidobunder Gombong.

Ini sawah kangkung



Sawahnya abis panen...jadi tinggal sisa-sisanya
Banyak sekali kenangan yang ada dalam pikiran saya...karena ketika saya kecil, saya dan keluarga sering sekali untuk berlibur ke desa ini.....saya sering diajak bermain ke sawah, ke sungai untuk mancing ikan menggunakan pancingan yang bernama "Anco", menunggu belahan air kelapa dan minum langsung air kelapa, ngasih makan entog sejenis bebek, bermain pasir di pantai puring...wah masih banyak lagi deh kenangan indah saya semasa kecil berlibur di desa ini.....benar-benar kangeeeeeennnn sekali.....

Tidak lupa selama kami tinggal di kampung halaman bapak saya ini, kami disuguhkan kuliner khas desa gombong seperti sate entog (sejenis bebek) dan soto gombong (sejenis soto ayam, tapi dengan racikan yang berbeda dari soto lomongan ataupun soto-soto lainnya yang terkenal).
Ngebahas soto gombong...soto ini kuahnya dari kaldu ayam kampung asli dan rasanya manis gurih dicampur dengan perkedel singkong dan sambel kacang...pokoknya rasanya maknyus deh...
 

Sate entog dan entog goreng
Soto Gombong yang Maknyus

Benar-benar mengobati rasa kangen kami di kota kelahiran bapakku yaitu kota Gombong Desa Sidobunder.
Mudik Lebaran yang penuh kesan dan kenangan....
Mudah-mudahan jika kami sekeluarga ada umur, sehat dan rezeki, kami akan kembali lagi untuk mengunjungi desa ini....

Desaku yang kucinta...
Pujaan hatiku...
Selaluku rindukan...
Desaku yang permai......
#cuplikan lagu desaku......
   

Rabu, 07 Mei 2014

Maret 2012 - Lampung Trip Day 2, explore pantai pasir putih dan tanjung selaki

Alhamdulilah....hari minggu yang cerah, setelah saya melakukan perjalanan sendirian dari Jakarta ke Lampung, sayapun bisa menikmati hari pertama saya di lampung bersama suami.

Setelah sarapan sebentar nasi goreng dan teh manis yang diberikan dari penginapan, kamipun keluar sejenak sebelum kami mandi untuk berjalan-jalan di sekitar pantai yang dekat dengan penginapan kami yaitu pantai pasir putih.
Kurang lebih 200 meter kami berjalan kaki, tibalah kami di depan lokasi pantai pasir putih. Setelah membayar retribusi sebesar Rp.6.000/org kamipun masuk ke dalam pantai pasir putih tersebut. Suasana pantai masih sepi, ada beberapa bapak-bapak yang siap untuk menyewakan perahunya dan beberapa kios makanan yang sudah mulai buka.

Sempat kami ditawarkan perahu oleh bapak-bapak tersebut untuk menuju pulau condong yaitu pulau yang berdekatan dengan pantai pasir putih ini, beliau menawarkan Rp.100.000/perahu untuk 1 jam perjalanan pulang pergi ke pulau condong - pantai pasir putih. Tapi kami menolaknya, karena memang tidak niat untuk pergi ke pulau tersebut.

Lalu kamipun menelusuri sepanjang pantai pasir putih tersebut.Tapi sayang yah...saat kami menelusuri pantai pasir putih ini, keadaan pantai sangat kotor oleh sampah-sampah, tidak sesuai dengan informasi yang kami dapatkan dari internet....yah jadi agak mengecewakan.
Sebenarnya dengan retibusi Rp.6.000/org pengelola pantai ini bisa memberikan pelayanan kebersihan untuk area pantai pasir putih ini.
Yah mudah-mudahan pemerintah dari Lampung selatan ada yang menyempatkan membaca blog kami ini, sehingga dapat memperhatikan lebih lagi untuk fasilitas dari tempat-tempat wisata di Lampung selatan ini.
Karena ini bisa menjadi sumber penghasilan dan potemsi dari pemerintahan Lampung selatan itu sendiri.

Ok back to plesiran kami...dikarenakan perasaan kecewa, kamipun akhirnya kembali ke penginapan.
Tapi sempat sih kami berpoto-poto di spot yang kami rasakan bagus...
Berharap mudah-mudahan dilain waktu kami kembali ke pantai ini, pantai pasir putih ini bisa lebih rapih dan bersih...aamiin....
Pintu masuk pantai pasir putih

Sisi Pantai pasir putih...tugh sampahnya keliatan kan..... :(

Dibelakang suamiku adalah P.Condong dari arah pantai pasir putih

Ada kano di pantai pasir putih
Kamipun kembali ke hotel untuk mandi dan berencana untuk mengeksplorasi pantai di sepanjang jalan tarahan - lampung selatan ini. Setelah selesai mandi dengan sepeda motor sewaan, kami mencoba pergi ke arah jalan kalianda. Tapi sebelum kami sampai di jalan kalianda itu, kami menemukan papan nama yang agak usang dan sedikit miring bertuliskan "Anda menuju Taman Wisata Tanjung Selaki"...sayang kami tidak sempat mendokumentasikan papan nama tersebut.
Awalnya kami agak ragu untuk masuk kedalamnya, karena tidak ada pintu masuk seperti pintu masuk umumnya, selain itu jika dilihat dari luar sepertinya kami hanya melihat ilalang saja dan tidak terlalu menarik. Tapi dikarenakan penasaran dan juga kami berniat mengeksplore pantai-pantai dilampung selatan ini, akhirnya kamipun masuk ke dalamnya tanpa membayar retribusi berapapun.
Kami melewati sebuah pos yang mungkin dulunya ada tempat loket masuk. Lalu melewati ilalang yang tinggi dan juga tanah kosong....sampai akhirnya kami melihat sebuah lengkungan pantai yang sangat cantik....subhanallah....
Lengkungan pantai tanjung selaki
 Kami sempat berpoto-poto di lengkungan pantai tersebut...bener-bener pemandangan yang indah....




Setelah puas berpoto di lengkungan pantai tersebut, kami melanjutkan menelusuri pantai tanjung selaki.
Pantainya sepi, meskipun sebenarnya hari ini hari libur, tapi hanya ada beberapa orang saja yang berkunjung di pantai ini. Padahal dibandingkan dengan Pantai Pasir Putih, pantai tanjung selaki ini tidak jauh dari pantai pasir putih dan lebih bersih, air lautnyapun bening, tapi pantai ini sepi dan jarang dikunjungi. Jadi kami serasa berada di pantai pribadi hehehehe....
Sangking beningnya air laut itu rumput lautpun kelihatan........ini penampakannya....
Airnya bening dan bersih banget.....

Rumput lautpun terlihat
Puasss sekali bermain-main dipantai ini...benar-benar pantai yang nyaman, sepi, bersih dan pemandangan yang indah....kamipun tidak beranjak untuk mencari pantai-pantai yang lain...
Batu-batu balok hitam yang bertumpuk di pinggir pantai menambah ke eksotikan dari pantai ini....
Seperti yang terlihat pada dokumentasi-dokumentasi kami ini.



Batu-batu yang menambah ke elokan pantai tanjung selaki




Airnya bening + viewnya juga bagus....

My Darl bergaya ditumpukan batu-batu....

Beningnya.....

Baguskan viewnya....

Unggukan batu di tengah pantai...

Matahari yang malu-malu....
 
Tak terasa mataharipun mulai terbenam, kamipun akhirnya mengakhiri plesiran kami di pantai tanjung selaki ini.....
Sungguh...setelah agak kecewa dengan pantai pasir putih, akhirnya petualangan plesiran kami mengeksplorasi pantai lampung selatanpun di akhiri dengan plesiran yang indah, karena dengan tidak sengaja kami menemukan pantai yang bagus, bersih dan pemandangan yang indah...merupakan plesiran yang tak terlupakan...meskipun sayangnya...pemerintahan daerah disana masih belum mengekspos dan mengembangkan daerah wisatanya tersebut....
Semoga saja suatu saat, jika saya berkunjung kembali ke Lampung selatan, Pemdanya sudah bisa mengembangkan potensi daerahnya tersebut menjadi lebih baik lagi...aamiin..

Kamipun kembali ke penginepan, setelah mandi dan makan malam, kamipun beristirahat dengan mimpi yang indah, karena besok saya harus kembali ke Jakarta dengan dijemput oleh mobil travel dan suami sayapun harus kembali bekerja di lampung...

Bye- bye Lampung...tunggu cerita kami di Bulan Desember yah.....

Jumat, 02 Mei 2014

Maret 2012 - Lampung Trip Day 1, Perjalanan menuju LamSel dengan transportasi Mobil travel dan kapal Ferry

Setelah menuliskan beberapa cerita plesiran di tahun 2011, akhirnya sampailah kami di tahun 2012.
Di tahun ini ada beberapa cerita plesiran kami yang ingin kami bagikan kepada blogger yang lain.

Cerita pertama plesiran kami di tahun 2012 adalah plesiran kami di daerah lampung, terutama lampung selatan.
Kebetulan mulai bulan Februari 2012, suami saya ditugaskan di daerah lampung selatan kurang lebih 1,5 tahun. Jadilah akhirnya ini cerita plesiran pertama kami ke pulau sumatra yaitu lampung yang merupakan kota persinggahan pertama di pulau sumatera.

Setelah kurang lebih sebulan suami saya menetap di LamSel (Lampung Selatan), sayapun akhirnya merencanakan untuk mengunjungi suami saya tersebut pada bulan Maret 2012.
Dan dikarenakan nanti saya harus berpergian sendiri, maka sayapun mulai mencari-cari informasi mengenai transportasi, tempat wisata, penginapan dan kulineran di sekitar Lampung tersebut.

Sayapun mulai mencari-cari transportasi apa saja  yang akan saya gunakan nantinya menuju Lampung.
Ada beberapa pilihan transportasi menuju lampung yaitu :
1. Transpoprtasi darat dan laut , kita bisa menggunakan beberapa alternatif :
  • Bis Damri dari Gambir dan langsung menuju lampung di Rajabasa, dan menyebrang selat sunda dengan menggunakan kapal ferry.  
  • Bis Kp. Rambutan - Merak, kemudian diteruskan dengan menggunakan kapal ferry dan dilanjut dengan mobil angkot ke arah bandar lampung
  • Mobil travel yang menjemput kita dari rumah dan di antar langsung tiba di tempat tujuan, tapi tetap menggunakan kapal ferry juga.
2. Transpportasi Udara.

Untuk lebih lengkapnya bisa dilihat di web site mengenai informasi lampung di sini ataupun di sini.

Setelah berpikir-pikir dan juga dikarenakan pergi sendirian dan belum tahu wilayah juga, dari segi keamanan dan kenyaman akhirnya saya memutuskan menggunakan mobil travel, karena saya anggap ini adalah transportasi yang paling aman untuk yang pergi sendirian.  
Sayapun akhirnya menelpon salah satu travel agent untuk memesan tempat duduk untuk keberangkatan saya ke lampung. Ini travel yang saya gunakan Rama Tranz travel.
Tibalah waktunya untuk saya pergi ke lampung...bismilah....(agak deg-deg-an juga karena saya pergi sendirian euy...). Jam 10.30 mobil travel menjemput saya di rumah, mobil yang digunakan adalah model berjenis minibus seperti elf atau piaggio, lumayan luas dan nyaman. Di dalam mobil tersebut baru hanya ada 3 orang penumpang dan kita menjemput 1 orang lagi tinggalnya di sekitar kebun jeruk. Setelah menjemput 1 orang penumpang tersebut, kitapun langsung menuju ke pelabuhan merak. Hanya memakan waktu 1,5 jam kita sudah sampai di Pelabuhan Merak. Dan mobil kitapun mengantri untuk masuk ke dalam kapal ferry yang akan membawa kita ke pelabuhan Bakauheni.

Setelah mobil kita masuk ke dalam kapal, kita para penumpang diantar untuk menuju tempat peristirahatan di kapal. Kapal Ferry ini ada beberapa kelas untuk tempat istirahat, kita bisa memilih di tempat bisnis atau eksekutif. Sayapun memilih tempat eksekutif, karena biasanya dan menurut informasi dari blog yang pernah saya baca, di tempat eksekutif itu selain tempatnya ber AC, nyaman dan suka disuguhi dengan life music.
Sambil menunggu life music dimulai, sayapun berjalan-jalan untuk melihat keadaan kapal ini, karena ini adalah baru pertama kalinya saya naik kapal laut (ferry) dan sendirian pulak...(bah...kok jadi bahasa batak yang keluar hehehehe). Sayapun pergi ke dek atas, sesampainya saya di dek atas ternyata pemandangannya sangat indah dan banyak penumpang yang berpoto-poto di atas dek kapal ini. 
Di atas dek kapal ini kita bisa melihat pemandangan laut selat sunda dan juga beberapa pulau-pulau kecil...mungkin bisa jadi itu pulau krakatau yah......pokoknya benar-benar pemandangannya yang menarik buat saya yang pertama kali naik kapal, ditambah angin sepoi-sepoi yang menghembus badan, menambah keindahan suasana di atas dek ini.
Awalnya sayapun merasakan takut, kalau naik kapal laut apakah saya nanti akan mabuk laut, tapi ternyata Alhamdulilah tidak, karena goncangan kapal disini tidak terlalu berasa.

Pemandangan laut saya ambil dari dek kapal
Setelah kurang lebih satu jam saya menikmati pemadangan dari atas dek kapal, sayapun kembali ke ruang istirahat, karena perjalanan merak - bakauheni ini dilalui kurang lebih 3 jam. Dan tidak berasa saat saya menunggu di atas dek, perjalanan kita sudah memakan waktu 1 jam, berarti tinggal 2 jam lagi  saya akan sampai di pulau sumatera.
Diruang istirahat saya menunggu sambil mendengarkan life music yang disuguhkan.
Sampai akhirnya, pengumuman pemberitahuan bahwa kita sebentar lagi akan sampai di pelabuhan bakauheni.Wah campur aduk rasanya (agak lebay nih hehehehehe).
Sayapun bersiap-siap untuk masuk kembali ke mobil travel yang akan membawa saya ke tempat tujuan di lampung selatan. Sambil menunggu kapal merapat ke pelabuhan bakauheni, saya sempatkan untuk melilhat-lihat sekeliling  pelabuhan bakauheni. Dan sayapun melihat sebuah gedung berbentuk mahkota yang ternyata merupakan simbol dari kota lampung yaitu Menara Siger. Sayapun menyempatkan untuk mengambil poto menara siger itu dari atas kapal.

Alhamdulilah kapal merapat dengan selamat dan aman. Mobil travel kamipun melanjutkan perjalanan menuju Bandar Lampung dengan melalui daerah-daerah di lampung selatan yaitu kalianda, tarahan, panjang dan bandar lampung.
Kebetulan saat itu saya hanya sampai di wilayah tarahan saja, kebetulan proyek yang dilakukan suami saya berada di wilayah tarahan.Jalan antara Bakauheni sampai tarahan, yang sempat saya perhatikan adalah merupakan daerah pantai dan daerah perindustrian, jalan ini merupakan jalur utama perjalanan darat mobil-mobil yang dari jakarta untuk masuk ke wilayah kepulauan sumatera. Sepanjang jalan disini saya jarang sekali melihat rumah penduduk yang berderet-deret. Saya hanya melihat rumah penduduk yang satu dengan yang lainnya yang berjauhan, selebihnya kalau bukan perkebunan atau pertambangan atau pantai. Sangat sepi, tapi ramai dengan lalulalang kendaraan, baik mobil kecil, sedang maupun besar.

Akhirnya kira-kira jam 5:30 sore sampailah saya di tempat tujuan yaitu dipenginapan hotel Amarta Agung yang telah di pesan oleh suami saya sebelumnya.
Sayapun langsung checkin dan langsung diberikan kunci untuk masuk ke hotel tersebut.
Sebenarnya penginepan disini bisa dibilang seperti cottage, karena penginapan ini dekat dengan pantai.Dan dari yang bisa saya nilai penginepan ini lumayan sederhana dan bersih. Yah lumayanlah untuk menginap 2 hari dilampung selatan ini. Dan tak lama kemudian suami sayapun tiba dari tempat bekerjanya.

Setelah saya dan suami saya beristirahat sebentar. Kamipun berjalan keluar dari hotel untuk mencari makan malam. Kami menyewa sebuah motor untuk menuju ke daerah panjang untuk makan malam, karena kami ingin mencoba berjalan-jalan malam di sekitar tarahan ini.
Daerah panjang lumayan agak ramai, karena daerah ini merupakan pusat oleh-oleh dan transit berbagai kendaraan sebelum menuju ke daerah lainnya seperti kota bandar lampung maupun palembang.
Kamipun mencoba kulineran dengan makan pindang ala lampung. Tapi maaf karena lapar jadi kami tidak sempat untuk mendokumentasikan makanan khas lampung tersebut.
Setelah kenyang, kamipun kembali ke penginepan untuk beristirahat untuk melanjutkan plesiran kami di lampung selatan ini....kebetulan hari minggu besok suami sayapun sedang libur bekerja.

 Ditunggu plesiran kita di lampung selatan yah.......

Kamis, 01 Mei 2014

Desember 2011 - Cari tempat pemancingan @ Fishing Valley, Panjang Jiwo dan Saung Dolken

Kayaknya udah bukan hobby lagi deh, tapi hampir tiap wiken di bulan desember ini, kami selalu mencari tempat pemancingan di sekitar bogor.

Mudah-mudahan masih sesuai dengan tujuan awal dari blogg ini dibuat dan bisa menjadi inspirasi buat teman-teman yang punya hobby mancing ikan dan juga plesiran murah yang tidak jauh dari Jakarta.

Ini beberapa rekomendasi dari kami untuk tempat pemancingan di sekitar bogor. 

Fishing Valley di daerah Cibinong.
Pemancingan itu kami temukan tidak sengaja pada saat kami pergi ke kota bogor dengan melalui rute jalan pemda cibinong.
Pemancingan tersebut persis didepan jalan raya pemda dan sebelah kanan jalan tersebut, jika kita dari arah citayam..
Akhirnya kamipun mampir terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan ke Bogor.

Untuk pemancingan disini, kita bisa sewa pancing dan tempatnya.
Dan ikan yang telah kita pancing tidak bisa diolah langsung untuk menu makan siang kita, tp harus dibawa pulang. 

Oiya di Fishing Valley ini ada fasilitas berupa permainan berupa arena kolam renang, untuk lebih jelasnya dari fasilitas pemancingan dan harganya tersebut dapat di lihat diweb sitenya di sini.
Dan ini sebagian poto-poto yang sempat kami dokumentasikan.



  
Panjang Jiwo dan Saung Dolken di daerah sentul.
Ini adalah pemancingan di area sekitar sentul.
Pada saat kami berjalan-jalan disekitar sentul kami melihat beberapa tempat pemancingan yang patut kami coba. Akhirnya kamipun mampir ke beberapa tempat pemancingan tersebut yaitu Panjang Jiwo dan Saung Dolken.

Oiya untuk kedua pemancingan ini, menggunakan sistem perkilo dan ikan boleh langsung di olah di tempat tersebut untuk dijadikan menu makan siang kita.
Sedangkan ikan-ikan yang di pancing di kedua tempat itu berbeda-beda, Jika di Panjang Jiwo, ikan yang dipancing adalah hanya ikan bawal, ikan patin dan ikan mas.
Dan untuk di Saung Dolken, ikan yang dapat dipancing adalah ikan nila (mujair), bawal, gurame, ikan mas dan ikan patin.

Di pemancingan Panjang Jiwo dan saung dolken ini terdapat rumah-rumah berupa resort untuk tempat menginap, jadi bukan hanya kolam ikan saja, itu yang merupakan kelebihan dari kedua pemacingan tersebut dibanding dengan fishing valley.

Untuk lebih jelasnya dari kedua pemancingan tersebut dapat di lihat di web site masing-masing.

Dan ini beberapa poto tempat pemancingan tersebut sebagai rekomendasi.

Panjang jiwo #1

Panjang Jiwo #2

Panjang Jiwo #3


Saung Dolken #1

Saung Dolken #2

Saung Dolken #3

Desember 2011 - Fishing @ Rumah Air Bogor

Berawal dari hobby suami saya yang suka sekali dengan memancing ikan.
Akhirnya setiap wiken kami selalu mencari-cari tempat pemancingan di daerah bogor.
Sambil searching di mbah google, akhirnya kami menemukan pemancingan pertama yang kami kunjungi yaitu Pemancingan Rumah Air yang lokasinya di perumahan Bogor Nirwana Residence.

Bisa lihat web sitenya Rumah air di sini.

Cusss....kamipun siap-siap pergi ke pemancingan tersebut dengan menggunakan motor. Sempet mencari-cari tempatnya karena daerahnya belum kami kuasai, kami melewati tempat pemakamam, kemudian melewati perumahan yang bagus-bagus yaitu komplek perumahan Bogor Nirwana Residence (BNR), barulah kami ketemu pemancingan tersebut. 
Ternyata  pemancingan tersebut bersebelahan persis dengan wahana kolam renang The Jungle.
Kamipun masuk ke dalam setelah motor kami di parkir.
Kami langsung menuju resepsionis untuk dapat menyewa alat pemancingan.
Untuk keterangan sewa pancing dan tempat dapat di lihat di blog Rumah Air.

Dan ini sebagian poto-poto kami di Pemancingan Rumah Air tersebut.




Next.....masih edisi mancing maniak....disekitaran Bogor....