Jumat, 02 Mei 2014

Maret 2012 - Lampung Trip Day 1, Perjalanan menuju LamSel dengan transportasi Mobil travel dan kapal Ferry

Setelah menuliskan beberapa cerita plesiran di tahun 2011, akhirnya sampailah kami di tahun 2012.
Di tahun ini ada beberapa cerita plesiran kami yang ingin kami bagikan kepada blogger yang lain.

Cerita pertama plesiran kami di tahun 2012 adalah plesiran kami di daerah lampung, terutama lampung selatan.
Kebetulan mulai bulan Februari 2012, suami saya ditugaskan di daerah lampung selatan kurang lebih 1,5 tahun. Jadilah akhirnya ini cerita plesiran pertama kami ke pulau sumatra yaitu lampung yang merupakan kota persinggahan pertama di pulau sumatera.

Setelah kurang lebih sebulan suami saya menetap di LamSel (Lampung Selatan), sayapun akhirnya merencanakan untuk mengunjungi suami saya tersebut pada bulan Maret 2012.
Dan dikarenakan nanti saya harus berpergian sendiri, maka sayapun mulai mencari-cari informasi mengenai transportasi, tempat wisata, penginapan dan kulineran di sekitar Lampung tersebut.

Sayapun mulai mencari-cari transportasi apa saja  yang akan saya gunakan nantinya menuju Lampung.
Ada beberapa pilihan transportasi menuju lampung yaitu :
1. Transpoprtasi darat dan laut , kita bisa menggunakan beberapa alternatif :
  • Bis Damri dari Gambir dan langsung menuju lampung di Rajabasa, dan menyebrang selat sunda dengan menggunakan kapal ferry.  
  • Bis Kp. Rambutan - Merak, kemudian diteruskan dengan menggunakan kapal ferry dan dilanjut dengan mobil angkot ke arah bandar lampung
  • Mobil travel yang menjemput kita dari rumah dan di antar langsung tiba di tempat tujuan, tapi tetap menggunakan kapal ferry juga.
2. Transpportasi Udara.

Untuk lebih lengkapnya bisa dilihat di web site mengenai informasi lampung di sini ataupun di sini.

Setelah berpikir-pikir dan juga dikarenakan pergi sendirian dan belum tahu wilayah juga, dari segi keamanan dan kenyaman akhirnya saya memutuskan menggunakan mobil travel, karena saya anggap ini adalah transportasi yang paling aman untuk yang pergi sendirian.  
Sayapun akhirnya menelpon salah satu travel agent untuk memesan tempat duduk untuk keberangkatan saya ke lampung. Ini travel yang saya gunakan Rama Tranz travel.
Tibalah waktunya untuk saya pergi ke lampung...bismilah....(agak deg-deg-an juga karena saya pergi sendirian euy...). Jam 10.30 mobil travel menjemput saya di rumah, mobil yang digunakan adalah model berjenis minibus seperti elf atau piaggio, lumayan luas dan nyaman. Di dalam mobil tersebut baru hanya ada 3 orang penumpang dan kita menjemput 1 orang lagi tinggalnya di sekitar kebun jeruk. Setelah menjemput 1 orang penumpang tersebut, kitapun langsung menuju ke pelabuhan merak. Hanya memakan waktu 1,5 jam kita sudah sampai di Pelabuhan Merak. Dan mobil kitapun mengantri untuk masuk ke dalam kapal ferry yang akan membawa kita ke pelabuhan Bakauheni.

Setelah mobil kita masuk ke dalam kapal, kita para penumpang diantar untuk menuju tempat peristirahatan di kapal. Kapal Ferry ini ada beberapa kelas untuk tempat istirahat, kita bisa memilih di tempat bisnis atau eksekutif. Sayapun memilih tempat eksekutif, karena biasanya dan menurut informasi dari blog yang pernah saya baca, di tempat eksekutif itu selain tempatnya ber AC, nyaman dan suka disuguhi dengan life music.
Sambil menunggu life music dimulai, sayapun berjalan-jalan untuk melihat keadaan kapal ini, karena ini adalah baru pertama kalinya saya naik kapal laut (ferry) dan sendirian pulak...(bah...kok jadi bahasa batak yang keluar hehehehe). Sayapun pergi ke dek atas, sesampainya saya di dek atas ternyata pemandangannya sangat indah dan banyak penumpang yang berpoto-poto di atas dek kapal ini. 
Di atas dek kapal ini kita bisa melihat pemandangan laut selat sunda dan juga beberapa pulau-pulau kecil...mungkin bisa jadi itu pulau krakatau yah......pokoknya benar-benar pemandangannya yang menarik buat saya yang pertama kali naik kapal, ditambah angin sepoi-sepoi yang menghembus badan, menambah keindahan suasana di atas dek ini.
Awalnya sayapun merasakan takut, kalau naik kapal laut apakah saya nanti akan mabuk laut, tapi ternyata Alhamdulilah tidak, karena goncangan kapal disini tidak terlalu berasa.

Pemandangan laut saya ambil dari dek kapal
Setelah kurang lebih satu jam saya menikmati pemadangan dari atas dek kapal, sayapun kembali ke ruang istirahat, karena perjalanan merak - bakauheni ini dilalui kurang lebih 3 jam. Dan tidak berasa saat saya menunggu di atas dek, perjalanan kita sudah memakan waktu 1 jam, berarti tinggal 2 jam lagi  saya akan sampai di pulau sumatera.
Diruang istirahat saya menunggu sambil mendengarkan life music yang disuguhkan.
Sampai akhirnya, pengumuman pemberitahuan bahwa kita sebentar lagi akan sampai di pelabuhan bakauheni.Wah campur aduk rasanya (agak lebay nih hehehehehe).
Sayapun bersiap-siap untuk masuk kembali ke mobil travel yang akan membawa saya ke tempat tujuan di lampung selatan. Sambil menunggu kapal merapat ke pelabuhan bakauheni, saya sempatkan untuk melilhat-lihat sekeliling  pelabuhan bakauheni. Dan sayapun melihat sebuah gedung berbentuk mahkota yang ternyata merupakan simbol dari kota lampung yaitu Menara Siger. Sayapun menyempatkan untuk mengambil poto menara siger itu dari atas kapal.

Alhamdulilah kapal merapat dengan selamat dan aman. Mobil travel kamipun melanjutkan perjalanan menuju Bandar Lampung dengan melalui daerah-daerah di lampung selatan yaitu kalianda, tarahan, panjang dan bandar lampung.
Kebetulan saat itu saya hanya sampai di wilayah tarahan saja, kebetulan proyek yang dilakukan suami saya berada di wilayah tarahan.Jalan antara Bakauheni sampai tarahan, yang sempat saya perhatikan adalah merupakan daerah pantai dan daerah perindustrian, jalan ini merupakan jalur utama perjalanan darat mobil-mobil yang dari jakarta untuk masuk ke wilayah kepulauan sumatera. Sepanjang jalan disini saya jarang sekali melihat rumah penduduk yang berderet-deret. Saya hanya melihat rumah penduduk yang satu dengan yang lainnya yang berjauhan, selebihnya kalau bukan perkebunan atau pertambangan atau pantai. Sangat sepi, tapi ramai dengan lalulalang kendaraan, baik mobil kecil, sedang maupun besar.

Akhirnya kira-kira jam 5:30 sore sampailah saya di tempat tujuan yaitu dipenginapan hotel Amarta Agung yang telah di pesan oleh suami saya sebelumnya.
Sayapun langsung checkin dan langsung diberikan kunci untuk masuk ke hotel tersebut.
Sebenarnya penginepan disini bisa dibilang seperti cottage, karena penginapan ini dekat dengan pantai.Dan dari yang bisa saya nilai penginepan ini lumayan sederhana dan bersih. Yah lumayanlah untuk menginap 2 hari dilampung selatan ini. Dan tak lama kemudian suami sayapun tiba dari tempat bekerjanya.

Setelah saya dan suami saya beristirahat sebentar. Kamipun berjalan keluar dari hotel untuk mencari makan malam. Kami menyewa sebuah motor untuk menuju ke daerah panjang untuk makan malam, karena kami ingin mencoba berjalan-jalan malam di sekitar tarahan ini.
Daerah panjang lumayan agak ramai, karena daerah ini merupakan pusat oleh-oleh dan transit berbagai kendaraan sebelum menuju ke daerah lainnya seperti kota bandar lampung maupun palembang.
Kamipun mencoba kulineran dengan makan pindang ala lampung. Tapi maaf karena lapar jadi kami tidak sempat untuk mendokumentasikan makanan khas lampung tersebut.
Setelah kenyang, kamipun kembali ke penginepan untuk beristirahat untuk melanjutkan plesiran kami di lampung selatan ini....kebetulan hari minggu besok suami sayapun sedang libur bekerja.

 Ditunggu plesiran kita di lampung selatan yah.......

Kamis, 01 Mei 2014

Desember 2011 - Cari tempat pemancingan @ Fishing Valley, Panjang Jiwo dan Saung Dolken

Kayaknya udah bukan hobby lagi deh, tapi hampir tiap wiken di bulan desember ini, kami selalu mencari tempat pemancingan di sekitar bogor.

Mudah-mudahan masih sesuai dengan tujuan awal dari blogg ini dibuat dan bisa menjadi inspirasi buat teman-teman yang punya hobby mancing ikan dan juga plesiran murah yang tidak jauh dari Jakarta.

Ini beberapa rekomendasi dari kami untuk tempat pemancingan di sekitar bogor. 

Fishing Valley di daerah Cibinong.
Pemancingan itu kami temukan tidak sengaja pada saat kami pergi ke kota bogor dengan melalui rute jalan pemda cibinong.
Pemancingan tersebut persis didepan jalan raya pemda dan sebelah kanan jalan tersebut, jika kita dari arah citayam..
Akhirnya kamipun mampir terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan ke Bogor.

Untuk pemancingan disini, kita bisa sewa pancing dan tempatnya.
Dan ikan yang telah kita pancing tidak bisa diolah langsung untuk menu makan siang kita, tp harus dibawa pulang. 

Oiya di Fishing Valley ini ada fasilitas berupa permainan berupa arena kolam renang, untuk lebih jelasnya dari fasilitas pemancingan dan harganya tersebut dapat di lihat diweb sitenya di sini.
Dan ini sebagian poto-poto yang sempat kami dokumentasikan.



  
Panjang Jiwo dan Saung Dolken di daerah sentul.
Ini adalah pemancingan di area sekitar sentul.
Pada saat kami berjalan-jalan disekitar sentul kami melihat beberapa tempat pemancingan yang patut kami coba. Akhirnya kamipun mampir ke beberapa tempat pemancingan tersebut yaitu Panjang Jiwo dan Saung Dolken.

Oiya untuk kedua pemancingan ini, menggunakan sistem perkilo dan ikan boleh langsung di olah di tempat tersebut untuk dijadikan menu makan siang kita.
Sedangkan ikan-ikan yang di pancing di kedua tempat itu berbeda-beda, Jika di Panjang Jiwo, ikan yang dipancing adalah hanya ikan bawal, ikan patin dan ikan mas.
Dan untuk di Saung Dolken, ikan yang dapat dipancing adalah ikan nila (mujair), bawal, gurame, ikan mas dan ikan patin.

Di pemancingan Panjang Jiwo dan saung dolken ini terdapat rumah-rumah berupa resort untuk tempat menginap, jadi bukan hanya kolam ikan saja, itu yang merupakan kelebihan dari kedua pemacingan tersebut dibanding dengan fishing valley.

Untuk lebih jelasnya dari kedua pemancingan tersebut dapat di lihat di web site masing-masing.

Dan ini beberapa poto tempat pemancingan tersebut sebagai rekomendasi.

Panjang jiwo #1

Panjang Jiwo #2

Panjang Jiwo #3


Saung Dolken #1

Saung Dolken #2

Saung Dolken #3

Desember 2011 - Fishing @ Rumah Air Bogor

Berawal dari hobby suami saya yang suka sekali dengan memancing ikan.
Akhirnya setiap wiken kami selalu mencari-cari tempat pemancingan di daerah bogor.
Sambil searching di mbah google, akhirnya kami menemukan pemancingan pertama yang kami kunjungi yaitu Pemancingan Rumah Air yang lokasinya di perumahan Bogor Nirwana Residence.

Bisa lihat web sitenya Rumah air di sini.

Cusss....kamipun siap-siap pergi ke pemancingan tersebut dengan menggunakan motor. Sempet mencari-cari tempatnya karena daerahnya belum kami kuasai, kami melewati tempat pemakamam, kemudian melewati perumahan yang bagus-bagus yaitu komplek perumahan Bogor Nirwana Residence (BNR), barulah kami ketemu pemancingan tersebut. 
Ternyata  pemancingan tersebut bersebelahan persis dengan wahana kolam renang The Jungle.
Kamipun masuk ke dalam setelah motor kami di parkir.
Kami langsung menuju resepsionis untuk dapat menyewa alat pemancingan.
Untuk keterangan sewa pancing dan tempat dapat di lihat di blog Rumah Air.

Dan ini sebagian poto-poto kami di Pemancingan Rumah Air tersebut.




Next.....masih edisi mancing maniak....disekitaran Bogor....

Rabu, 30 April 2014

April 2011 - Jogja Day 3 Kulineran @ Jogja dan back to Jakarta

Finally hari ini adalah hari terakhir kami plesiran di Jogja...duh...sebenarnya masih kangeeeeeennnnn banget dengan suasana kota Jogja...masih banyak tempat plesiran dan kulineran yang belum sempat kami kunjungi, mengingat waktu yang hanya 3 hari, lain waktu kami akan plesiran lagi di daerah Jogja dengan tempat wisata yang berbeda....terutama wisata pantainya.....Jogja wait for us.....

Pagi ini kami bangun agak sedikit santai....setelah sholat subuh kami sempatkan untuk tidur lagi, dan baru bangun sekitar jam 8 pagi, setelah beres-beres koper, mandi dan sarapan di restoran hotel, kamipun keluar dari penginepan, tapi belum check out. Karena Bis yang akan membawa kami kembali ke Jakarta, baru akan berangkat sekitar jam 5 sore. Kamipun memutuskan untuk kulineran yang belum sempat kami coba kemarin-kemarin. Salah satunya adalah gudeg Yu Djum di daerah jl. Wijilan dan juga es krim rujak.
Dan ini penampakan dari Gudeg Yu Djum dan es krim rujak.



Setelah puas kulineran dan sempat membeli Gudeg pesenan orang tua, kamipun kembali ke hotel untuk check out dan kembali ke Jakarta....

Jam 5 sore bis kamipun berangkat dari Terminal Prambanan.....bye bye Jogja....we miss u...
Dan Alhamdulilah tidak terkena macet dan tiba di terminal lebak bulus jam 5 pagi dengan selamat dan sampai di rumah......






 

Selasa, 29 April 2014

April 2011 - Jogja Day 2 @ Pasar Beringharjo, Prambanan dan Keraton

Mengawali hari kedua plesiran kami di Jogja dengan bangun pagi dan langsung keluar dari penginepan untuk jalan pagi menelusuri Jl. Malioboro di pagi hari. Ternyata enak juga jalan-jalan disekitar Jl.Malioboro pagi-pagi...sepi dan segar....kami telusuri dari mulai sisi kanan Jl.Malioboro, dengan melewati toko Mirota Batik yang masih tutup kemudian lanjut sampai ke istana presiden. Dan jalan pagi kamipun lanjut dengan menyebrang jalan ke sisi kiri ujung  Jl.Malioboro dimana terdapat Monumen sebelas Maret, sempat poto-poto sesaat di monumen tersebut dan dilanjutkan menuju benteng Vredeburg dan tibalah dipasar beringharjo, waktu masih menunjukkan jam 7pagi, tapi suasana pasar beringharjo sudah menunjukan kesibukan, mereka sudah siap-siap untuk membuka toko mereka, kamipun masuk ke dalam pasar tersebut untuk membeli beberapa baju batik dan oleh-oleh cemilan khas jogja dan juga salak pondoh. Setelah puas belanja membeli batik yang terkenal dengan murahnya, tapi itupun jika kita pintar menawar yah hehehehehe....kitapun merasa lapar dan mencari kulineran di sekitar pasar beringharjo, kamipun akhirnya mencoba kuliner nasi pecel yang berada tepat di depan pintu masuk pasar beringharjo, tanpa basa basi kami langsung memesan nasi pecel tersebut.





Setelah selesai sarapan nasi pecel, kamipun kembali ke penginepan untuk mandi dan siang harinya berencana untuk pergi ke Prambanan dan Keraton Jogja.
Selesai mandi dan berpakaian, kami siap untuk pergi ke candi Prambanan dengan menggunakan transportasi umum yaitu Transjogja, dari halte Transjogja di Malioboro menuju ke Halte Adi Sucipto - Lihat rute di sini . Dan kamipun turun di Halte Adi Sucipto dan dilanjutkan dengan naik becak menuju area Candi Prambanan, karena Jarak halte transjogja Adi Sucipto dengan area Candi Prambanan itu dekat, tapi jika jalan kaki lumayan juga, akhirnya kami memutuskan untuk menggunakan becak. Sampailah kami di Area Candi Prambanan...berkeliling mengitari Candi Prambanan, Candi Sewu dengan menggunakan kereta wisata. Setelah lelah berkeliling dan tidak lupa untuk berpoto-poto, kamipun keluar dari area candi tersebut dengan rasa lapar, akhirnya kamipun mencari kulineran di sekitar candi tersebut.


Sambil berpikir dan mencari-cari mau makan apa, sempet terpikirkan untuk mencari kuliner khas jogja yaitu gudeg, tapi karena saat itu rasa lapar sudah tak tertahankan dan panas yang lumayan terik sedangkan Gudeg yang kita cari tidak ditemukan akhirnya jatuhlah pilihan kami untuk makan soto kadipiro yang berada tidak jauh dari kawasan candi tersebut. Sayangnya kami tidak sempet mendokumentasikan kulineran soto kadipiro itu, jadi kami ambil informasi mengenai soto kadipiro ini dari web site di sini, karena soto ini cukup terkenal untuk kalangan pencinta kuliner di Jogja. Selain rasanya maknyus, harganyapun masih harga standard antara Rp.15.000 - Rp.25.000.

Setelah menyelesaikan isi perut, kamipun melanjutkan plesiran lagi...kali ini plesiran kami adalah keraton Jogja. Dengan transportasi yang sama kami menuju Keraton Jogja. Sesampainya di Keraton Jogja kami mulai dengan menuju ke museum kereta, kemudian baru kami masuk kedalam area keraton jogja, kemudian ke area tamansari yaitu area kolam renang yang dikhususkan untuk putra dan putri raja dan berakhir di alun-alun selatan kearton Jogja.





Tapi sebelum kami masuk ke area kolam tamansari, kami terlebih dahulu mengunjungi mesjid bawah tanah dari keraton jogja tersebut. Kemudian kami menuju ke Alun-alun selatan, disana kami mencoba permainan meniti jalan diantara 2 pohon, katanya jika kita berhasil melewati 2 pohon itu, doa yang kita minta akan terkabul...yah percaya gak percaya...just a game....Saya sempat 2kali mencoba dan yang terakhir  saya berhasil berjalan melewati 2 pohon tersebut, sedangkan suami saya sampai 4 kali mencoba tidak berhasil-hasil juga...hahahaha.....upsss...maaf suamiku keceplosan dipublish nih.....hehehehe.....setelah puas bermain di alun-alun selatan, kamipun melanjutkan plesiran kami dengan tukang becak tersebut, oiya untuk menuju lokasi-lokasi tersebut biasanya ada guidenya dan yang menjadi guidenya itu adalah tukang becak yang kami tumpangi. Tapi perlu hati-hati jika menaiki becak di Jogja, seperti yang tertulis dalam blog ini. Dengan berbekal informasi dari blog tersebut, Alhamdulilah kami tidak mengalami kendala dan masalah dengan tukang becak di Jogja, kami hanya kesulitan dalam berbahasa saja hehehehehe....meskipun kami berdua adalah dari suku jawa yang notabene orang tua kami adalah orang jawa, tapi kami tidak bisa menggunakan bahasa jawa dengan baik. Karena memang lingkungan keluarga kami jarang menggunakan bahasa jawa, itupun hanya sedikit bahasa jawa yang dapat kami gunakan dan mengerti.....maaf yah...maklum anak betawie kite...meski peranakan jawa hehehehe...
Back to plesiran kami....hehehehe...Dengan guide yang lumayan...kamipun akhirnya menyelesaikan plesiran kami berkeliling keraton Jogja dan kami jadi mengetahui sejarah dari bangunan maupun silsilah dari keraton tersebut, berkat si tukang becak "Guide". Pas banget hujanpun turun...kami sempat berteduh dulu ditempat pembuatan Bakpia 25, sepertinya memang Bakpia 25 ini sudah bekerjasama dengan tukang becak tersebut, baca blog ini.Tapi tak apalah hitung-hitung membantu mereka juga...di Bakpia 25 ini kami sempat melihat pembuatan bakpia dan tidak lupa kamipun membeli oleh-oleh bakpia tersebut. Hujanpun reda dan kamipun kembali ke penginapan.

Setelah beristirahat sebentar dan mandi, kamipun mulai mencari kulineran untuk kami makan malam. Tadinya kami mau makan bakmi jawa kadin yang dekat dengan  komplek keraton di ujung Malioboro, tapi dikarenakan sudah terlalu malam dan juga agak hujan rintik-rintik, akhirnya kami memutuskan untuk makan malam di dekat-dekat penginapan, akhirnya pilihan kami jatuh pada tukang nasi goreng pinggir jalan Dagen. Ternyata ada juga menu bakmi jawanya, kamipun memesan bakmi tersebut, Alhamdulilah rasanya enak juga...dan pas lagi dimakan dengan suasana dingin sehabis hujan. Setelah makan malam kami berjalan menuju Mall Malioboro, kami hanya berputa-putar sebentar di Mall tersebut, karena memang Mall tersebutpun sudah mau tutup, kamipun berjalan kaki pulang ke penginapan kami untuk beristirahat, karena besok adalah hari terakhir kami di Jogja.....

Pulang ke kotamu, ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu
Tiap sudut menyapaku bersahabat penuh selaksa makna
Terhanyut aku akan nostalgi saat kita sering luangkan waktu
Nikmati bersama suasana Jogja...
#lirik Lagu Jogja KLA Projek....

To be continued.....

Senin, 28 April 2014

April 2011 - Jogja Day 1 @ Malioboro dan Kulineran Angkringan Lik Man

Plesiran di tahun 2011 ini kita mulai di bulan April 2011.
Kebetulan di bulan April 2011 ini ada long wiken yaitu tanggal 22 - 24 April 2011.
Awalnya gak berniat untuk pergi, sampai akhirnya pas detik-detik mau long wiken barulah kita mulai mencari-cari tiket.
Tau sendiri donk, kalo sudah long wiken pasti tiket semua transportasi itu sudah ludes dibeli orang yang mau jalan-jalan. Apalagi kota tujuan yang akan kita kunjungi adalah kota favorit untuk berlong wiken di pulau jawa yaitu Jogja....jogja...jogja...yeeeeyyy benar kita mau ke Jogja di long wiken ini.
Mau naik pesawat, jelas tiketnya mahal, bayangkan tiket pesawat yang dijual untuk tujuan ke Jogja itu dihargai sekitar 1juta, akhirnya kita tidak jadi memilih transportasi dengan transportasi udara.
Pilihan kedua adalah naik kereta, tapi ternyata tiket keretapun sudah habis terjual hingga yang ekonomi sekalipun....hiks...hiks...
Akhirnya pilihan ketiga adalah Bis, kenapa ini menjadi pilihan terakhir, karena sebenarnya kami terutama saya paling tidak suka menggunakan bis atau trasnportasi darat saat long wiken apalagi, sudah pasti akan bertemu dengan kemacetan. Yah daripada kami tidak jadi berlong wiken di Jogja (kesannya maksa banget harus long wiken di Jogja yah...hehehehehe), akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke terminal lebak bulus,  kebetulan rumah kami dekat dengan terminal Lebak bulus. Akhirnya kamipun mencari tiket secara langsung di lebak bulus...Alhamdulilah akhirnya kami mendapatkan tiket bis sumber Alam dengan kelas AC Executive (seat 2-2) dengan seharga Rp.120ribu saat itu. Yeeeeyyyy...finally kami jadi juga liburan long wiken ke Jogja...I'm coming....(lebay banget yah...hehe).

Hari Pertama, tepatnya hari kamis sore kami sudah berangkat menuju ke terminal lebak bulus, kami berdua mulai mengajukan cuti di hari kamis ini. Setibanya di lebak bulus, ternyata bis kami belum ada, akhirnya kamipun menunggu terlebih dahulu, dan gak lama kemudian bis kamipun tiba. Kami langsung mencari nomor kursi kami, lumayan juga interior bis sumber alam, bersih dan wangi. kami mendapatkan tempat duduk ditengah. Bis kamipun berangkat sekitar jam 7 malam dengan kecepatan sedang, hingga akhirnya disekitar cipularang, bis kami agak tersendat dikarenakan macet hingga ke banjar. Oiya rute bis sumber alam jurusan Lebak bulus - Jogja ini melalui jalur selatan, jadi melewati cipularang, nagrek, tasikmalaya, banjar, dan seterusnya di area selatan jawa hingga akhirnya memasuki kota jogja.

Seharusnya kami sampai di kota Jogja itu pagi sekitar jam 8 pagi di hari Jum'at. Tapi dikarenakan kami terkena macet dan harus melewati macet tersebut, akhirnya kami sampai di Jogja sekitar jam 2 siang di terminal giwangan. Sesampainya diterminal giwangan kami harus menggunakan taxi, bis dalam kota ataupun transjogja untuk menuju ke pusat kotanya yaitu jl Malioboro. Akhirnya kamipun memilih dan mencoba untuk menggunakan transportasi umum yaitu transjogja, untuk rute transjogja bisa dilihat di sini.
Tibalah kami di Jl.Malioboro, halte yang dekat dengan Malioboro Mall. Kami langsung menuju ke penginapan kami di Jl. Dagen. Setelah checkin dan bersih - bersih sebentar karena sehari semalam kami tidak mandi semenjak kamis sore hingga jumat sore...kebayang kan...hehehehehe....kamipun tidak mau kehilangan kesempatan sehari ini untuk jalan-jalan disekitar Malioboro. Tapi dikarenakan kami sudah laper, karena sudah lewat juga waktu jam makan siang akhirnya kamipun mencoba kuliner di sekitar Malioboro. Tepatnya di samping Malioboro Mall atau di depan hotel Ibis Malioboro, di sebuah emperan ada yang jual ayam/bebek goreng, ayamnya setelah ditanya adalah ayam kampung, akhirnya kamipun makan disitu, ternyata setelah kami mencoba ternyata ayam dan bebeknya sangat enak dan gurih ditambah dengan sambelnya yang rasannya maknyus deh.Setelah selesai makan kita lanjut jalan-jalan mengelilingi Jl.Malioboro dengan menggunakan becak.



Cape muter-muter Malioboro dengan becak (padahal yang cape tukang becaknya....sedangkan kitakan hanya duduk manis di becak hehehehehe) kita lanjut telusuri sepanjang jl.Malioboro dengan berjalan kaki dari Mirota batik sampai ke ujung jl.Malioboro yaitu Jl.Pasar kembang yang dekat dengan stasiun Tugu. Saat menuju ke stasiun Tugu karena kami bermaksud untuk kulineran di angkringan Lik Man yang terkenal dengan kopi Joss dan nasi kucingnya, kami sempat mampir dulu untuk berpoto-poto dipatung kereta api. 


















Kemudian kami lanjut untuk kulineran di angkringan Lik Man menikmati malam di Jogja sambil minum kopi Joss dan nasi kucing beserta lauk pauknya.
Ini poto penampakan dari angkringan LikMan dan kopi jossnya....


 
Malampun kian larut, kamipun sudah puas menikmati kulineran hari pertama kami dikota Jogja dan memutuskan untuk kembali ke penginapan untuk beristirahat dan esok hari bisa kembali segar untuk jalan-jalan menikmati kota jogja kembali...



Ditunggu cerita jalan-jalan selanjutnya yaitu menikmati Malioboro di pagi hari, kulineran nasi pecel beringharjo, ke prambanan dan keraton Jogja.....be there....

Rabu, 16 April 2014

Start to ngeblogg again....;)

Yuk....mulai ngeblogg lagi....setelah sekian lama gak nulis-nulis tentang plesiran dan kulineran kami....
Akhirnya di Bulan April 2014 ini, kami mulai nulis-nulis lagi mengenai plesiran dan kulineran kami.

Mudah-mudahan semangat nulisnya terus menyala (jiah pake bahasa dewa) jadi bisa untuk inspirasi para blogger yang suka plesiran dan kulineran seperti kami.

Dan sebenarnya kita mulai lagi nulis ini, karena terinspirasi juga dari bloggnya teman yang bernama Okta (ourtripf4mily.blogspot.com), thanks to Okta yang jadi inspirasi buat kami terutama saya untuk ngeblog lagi.

Setelah dikumpul-kumpul...ternyata banyak juga plesiran dan kulineran yang telah kami lakukan selama ini.
Untuk Rekapnya, akan kami tampilkan beberapa plesiran kami dari tahun 2011 sampai sekarang, kenapa dimulai dari tahun 2011, karena untuk tahun sebelum2nya, poto-poto dan juga cerita plesiran tersebut pernah kami buat blognya yang sekarang blog tersebut sdh tidak aktif lagi karena lupa password, setelah itu kami vakum untuk menulis-nulis lagi, jadi kami pikir, kita mulai saja lagi dengan cerita plesiran kami di tahun 2011. Dan itupun berdasarkan hasil pencarian dari kumpulan poto-poto kami.

Adapun plesiran kami tersebut adalah sbb:
April 2011           - Long weekend trip to Jogja 22 - 24 April 2011 - Explore Malioboro, Prambanan dan
                              Keraton
Desember 2011   - Searching Tempat Pemancingan di sekitar Bogor - Rumah Air, Panjang Jiwo, Fishing  
                              Valley dan Saung Dolken
Maret 2012         - Lampung Trip #1 by mobil travel dan kapal ferry - Lampung Selatan Pantai Pasir Putih
                             dan Pantai Tanjung Selaki
November 2012  - Explore Bandung Selatan dan kawasan Braga  - Kawah Putih Ciwidey dan Danau
                              Situpatenggang
Desember 2012   - Lampung Trip #2 - New Year @ Bandar Lampung, Menara Siger dan Kulineran
                              Lampung
Selanjutnya....ditunggu saja di blogg kami.....